"Mas, hidupmu kok bisa seproduktif itu gimana caranya?", tanyaku pada senior dikampus sekaligus teman satu komunitas.
"Aku aja ketiban tugas banyak udah kelimpungan, sampe lupa caranya baca buku", tambahku.
That is what something new that i have to do. Kenapa saya membuat ini? Ceritanya panjang dan saya baru menyempatkan diri menuliskan alasan ini. Singkat ceritanya, ketika semester 6 kemarin (alhamdulillah sudah dilalui dengan baik) saya seperti tidak memiliki waktu untuk aktualisasi diri seperti membaca buku dan membaca koran yang sebelumnya menjadi kebiasaan setiap pagi hari. Namun dengan adanya kesibukan akan tugas kampus dan mengurusi bisnis kecil saya yang masih harus di emong dan minta terus diperhatikan, kebiasaan membaca koran dipagi hari lambat laun berkurang bahkan hilang. Begitu pula dengan membaca buku atau novel favorit saya samar-samar berkurang. Pada puncaknya, saya merasa bosan dengan rutinitas pada saat itu dan merasa ada yang ganjil dihati. Bertanyalah saya pada orang yang sudah ahlinya dalam kesibukan, he is Arsyad.
Ketika saya bertanya bagaimana caranya memanage waktu kamu dengan segala kesibukan kamu? Dan aku kembali mengeluh tentang ketidakbisaan saya dalam manage waktu. Eh tapi dia malah nggak menjawab pertanyaan saya, dia malah balik bertanya, bagaimana kamu menikmati hidupmu? Saya yang agak lemot bertanya apa maksudnya. Kamu butuh berapa kali ketemu temen, nongkrong bareng temen dalam seminggu? Sekali, duakali, tigakali? Oh i see....maksudnya adalah hal-hal yang disebut "me time" atau bisa juga berhubungan sama hobi kita, atau apa-apa yang membuat kita tenggelam melakukkannya tapi kita merasa bahagia setelahnya , seperti harus menonton film di bioskop sebulan sekali, harus belanja ke Matahari setiap weekend, harus pergi ke Mall setiap Senin misalnya.
Dari pembicaraan yang masih seupil, he ask to me menyebutkan hal-hal baru yang ingin saya lakukan atau bisa juga hal lama tapi saya ingin menambah kuantitasnya. And this is it 5 hal baru yang ingin saya lakukan.
1. Baca koran tiap pagi
Seperti yang saya ceritakan diawal, kebiasaan baca koran menjadi jarang dan saya ingin membiasakan hal ini lagi. Dengan baca koran kita tau informasi-informasi terbaru. Tapi sekarang nggak harus koran juga sih ya, bisa lewat gadget juga. Hanya saja kalo lewat internet sumber suka nggak jelas, informasi yang diterima jadi nggak mutu.
2. Senam
Sebenernya ini hal yang paling sulit untuk dijadikan list dalam 5 hal baru karena saya tidak suka olahraga. Sempet bimbang mau dimasukin ke dalam list. Tapi kalau nggak dipaksa jadi nggak sehat ya.
3. Baca Buku
Baca buku itu penting! Bersyukur aja ditakdirkan seneng baca buku karena masih banyak juga orang yang nggak suka baca buku. Baca buku itu kayak candu aja. Ketika baca novel entah kenapa bacanya sambil membayangkan ceritanya. Rasa-rasanya memang jadi seperti menonton film. Ini saya aja yang suka mengkhayal atau giman ya haha. Dari baca buku juga, kita bisa tau banyak cerita, pengalaman yang memang tidak bisa diceritakan lewat film, sinetron atau media gambar lain. Disatu sisi mungkin karena ceritanya terlalu panjang, atau terlalu sulit untuk digambarkan. Itu asiknya nulis :)
4. Nulis blog
Sebenarnya saya senang sekali menulis seperti ini. Berbagi cerita dan pengalaman walaupun blog ini belum tentu dibaca juga hehehe yang nulis aja jarang-jarang ngepost. Ada banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan ucapan tapi dengan menulis bisa. Sejak SD sampai SMA aku termasuk orang yang suka nulis diary lho, ya nggak sering-sering banget juga cuma bisa jadi satu buku. Suka ngarang cerita juga dulu, terus sok-sokan mau dikirim ke redaksi majalah.
5. Belajar masak
Noted banget. Sebagai seorang wanita yang cepat atau lambat akan dipinang dan menjadi seorang istri juga ibu, saya sangat sadar keahlian memasak ini penting. Kata orang, biar suami betah haha. Bukannya nggak bisa, bisa lah dikit-dikit tapi masa iya suami tercinta nanti dimasakin itu-itu aja wkwk.
Menariknya dengan 5 aktifitas baru tersebut saya malah merasa "lho kok kegiatan saya malah bertambah banyak? Kan saya cerita biar dapet solusi gimana biar saya bisa manage waktu". He answer my quite question, "Ternyata awal dar kita tidak bisa bagi waktu atau kelabakan karena kita tidak menikmari apa yang kita lakukan"
Jleb!!
Terkadang orang biar sadar memang kudu disentil, nah kali ini saya kena sentil. Saya merasa terlalu banyak mengeluh dalam menjalankan aktivitas saya ketika itu, tidak menikmati. Padahal jika saya menikmati kegiatan tentu saya akan melihat pelajaran, hikmah, tujuan dari kegiatan tersebut. Menyesalah saya.
So, intinya adalah MENIKMATI. Kata orangtua, setiap langkah kita sekarang adalah rajutan-rajutan kedepan. Tentu ada maksud dan takdir dalam setiap langkahnya. Saya kira, banyaknya kegiatan juga bukan jadi penilaian utama kita menjadi bermanfaat tapi dengan merasa MENIKMATI kegiatan mungkin menjadi bermanfaat karena didalam kata NIKMAT ada KEIKHLASAN sehingga menjadi bernilai bermanfaat dan tentu berpahala. Kalo nggak NIKMAT pasti banyak ngeluh, nilai manfaat dan pahalanya jadi berkurang. Begitu kira-kira :")
_________________________________________________________________________________
Nb : Well, tulisan ini harusnya saya tulis dua atau tiga bulan yang lalu tapi saya baru menyempatkan diri untuk menulis. Maafkan saya Pak Coach. Terima kasih sharingnya!

Mari memulainya nak!
ReplyDelete