August 18, 2015

Sabtu Bersama Bapak : Nasihat Bapak kepada Putranya

Novel Sabtu Bersama Bapak

"Sabtu Bersama Bapak"
by Adhitya Mulya

Sudah baca novel ini belum? Saya dapet rekomendasi dari temen tentang novel ini katanya bagus dan ternyata emang bagus meskipun awal-awal masih bingung alur ceritanya hehe. Berikut sedikit cerita saya mengenai novel "Sabtu Bersama Bapak".

Dari judulnya "Sabtu Bersama Bapak" tentu dapat ditebak tokoh utamanya adalah Bapak. Mungkin saya yang masih kurang dalam membaca, tapi baru kali ini membaca novel yang ide ceritanya unik. Sosok Bapak diceritakan dalam sebuah video yang berisi nasihat-nasihat beliau kepada kedua putranya, Satya dan Cakra. Singkatnya, Bapak mengidap penyakit kanker yang menyebabkan kesehatannya terus menurun. Ketika itu kedua putranya masih kanak-kanak namun Bapak tidak ingin putranya kehilangan sosoknya ketika tiada nanti. Bapak dibantu oleh sang istri, Ibu Itje, membuat video yang berisi cerita-cerita Bapak untuk kedua putranya kelak mulai dari cerita untuk putranya ketika kanak-kanak, remaja, dewasa, memilih pasangan dan berumah tangga. Video-video tersebut akan ditonton kedua putranya ketika hari Sabtu.

Video pertama hanya perkenalan saja, video kedua dimulai dengan Plan Ahead , kurang lebihnya seperti ini ,

Planning is everything. Ini adalah sesuatu yang Bapak pelajari agak terlambar. Bapak tidak ingin kalian terlambat juga. Bapak menceritakan ketika melamar Ibu Itje kurang perencanaan, belum punya rumah, belum ada perencanaan financial kedepan yang akhirnya memutuskan untuk mengundur pernikahan sampai tiga tahun untuk mencicil rumah dan lain-lain. Sejak itu Bapak selalu punya renana termasuk rencana untuk keluarganya ketika Bapak divonis kanker

Pesan-pesan Bapak kepada putranya tersampaikan dalam video-video tersebut. Tak hanya itu, keteguhan hati Ibu Itje akan takdir yang cepat atau lambat akan mengambil nyama sang suami, pertanggung jawaban Bapak sebagai seorang suami dan orangtua dalam mempersiapkan masa depan keluarganya jika ia meninggal,  kisah Ibu Itje yang berjuang menjadi single parent menghidupi kedua putranya, cerita Kang Satya bersama keluarga kecilnya dan perjuangan Saka, sang fakir cinta, untuk mendapatkan Ayu, Bapak juga mengajarkan keluarganya untuk selalu mandiri. Bapak adalah teladan bagi sang istri dan kedua putranya. Disetiap persoalan hidup Satya dan Saka seolah sudah diprediksikan dengan baik oleh Bapak, seolah-olah video Bapak menjadi petunjuk jalan keluar yang Tuhan kirimkan. 

Salah satu Video Bapak tentang Sebuah Tiket, ketika itu Saka teringkat akan pesan Bapak tentang pentingnya pendidikan,

.......
"Dalam hidup kalian mungkin akan datang beberapa orang berkata bahwa prestasi akademis itu gak penting. Yang penting attitude. Kemudian meraka akan berkata, yang penting dari membangun karier adalah perilaku kita. Kemampuan kita berbicara, berinteraksi, bla bla bla. "
" Mereka banar bahwa semua ini tidak ada sekolahnya. Tapi yang mereka salah adalah bilang bahwa prestasi akademik itu gak penting"
"Attitude baik kalian tidak akan terlihat oleh perusahaan karena mereka sudah akan membuang lamaran kerja kalian jika prestasi buruk."
"Prestasi akademis yang baik bukan segalanya. Tapi memang membuka lebih banyak pintu, untuk memperlihatkan kualitas kita yang lain."

Seketika saya menyesal kurang serius selama 3 tahun kemarin menjalani kuliah :")

Memang dalam sebuah cerita tidak asik jika tidak ada bumbu cinta. Tak melulu berisi nasihat, kisah cinta Saka dalam mendapatkan Ayu menjadi hiburan tersendiri. Kegigihannya dalam mendapatkan Ayu yang untungnya berakhir happy ending. Ada cerita yang menarik saya nih, ketika Saka sedang makan siang bersama Ayu setelah Tur Wisata Kota Tua,

"Kalo saya, saya gak akan mencari perempuan yang melengkapi saya"
"Loh kenapa?"
"Kata Bapak saya...dan dia dapat ini dari orang lain. Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan, Yu"
"Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jwab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain"
"....."
"Tiga dikurangi tiga berapa,Yu?"
"Nol"
"Nah. Misal, saya gak kuat agamanya. Lantas saya cari pacar yang kuat agamanya. Pernikahan kami akan habis waktunya dengan si kuat melengkapi yang lemah"
"Padahal setiap orang sebenernya wajib mengutkan agama. Terlepas dari siapapun jodohnya"
"Find someone complimentary, not supplementary"

Just wow. Konsep baru dalam suatu hubungan tapi laki-laki seperti ini hanya ada di novel, isn't ? :p

Ada juga perkataan dari Saka yang menarik, ketika itu Ibu Itje mengatakan bahwa Saka saatnya memiliki pasangan,

"Mamah tahu, setiap anak berhak cari dan dapat orang yang saling mencinta. Bukan karena mereka mengejar umur senja orang tua"
"Kamu, kerjaan udah bagus. RUmah udah punya. Tapi punya kamar, dijadiin ruang game gini. Gak usah anak atau istri, pacar belum punya. .........."
"Mam...sebenernya ada kok, alasan kenapa Saka sampai sekarang gak nikah. Atau belum punya pacar. Saka membuktikan kepada diri sendiri dulu. Bahwa saka siap lahir batin untuk jadi suami. Makannya ngejar karier dulu. Belajar agama dulu. Nabung dulu. Kalau Saka udah peda sama diri sendiri akan pede sama perempuan. Rumah ini adalah persiapan terkahir"
"Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat"
"Iya sih. Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat"

Sebagai pembaca wanita, saya senyum aja bacanya :)


Saya tidak bisa mengkutipkan nasihat-nasihat Bapak karena hampir setiap bab tersurat nasihat Bapak yang terangkai dalam cerita. Saya coba untuk ringkas kok jadi kurang menarik untuk dibaca. Lebih baik dibaca sendiri. Saya termasuk orang yang lebih dekat kepada Ibu ketimbang Bapak, tapi membaca novel ini saya seperti baru menyadari apa-apa yang dilakukan Bapak kepada kami tanpa kami sadari. Barangkali novel ini memang cocok dan recommended untuk dibaca para lelaki. Bukan cerita yang menye-menye. Sometimes ketika saya membaca dan sebagai pembaca wanita jadi sedikit baper dan mbatin, "para lelaki please bacalah novel ini, sosok Bapak dan Saka disini it's totally the real men", hahaha.

Salut sama Adhitya Mulya, yang berhasil merangkum poin-poin penting kehidupan dari sisi laki-laki secara unik dan berbeda. Caranya bercerita sangat sederhana, mudah dipahami, tak banyak bahasa puitis juga tapi sangat bermanfaat dan bermakna. Ditunggu novel-novel berikutnya dan kabarnya akan dijadikan film layar lebar. Sebagai pembaca semoga makna cerita di novel bisa tervisualisasikan dengan baik. Good luck untuk filmya :)

August 03, 2015

5 HAL BARU YANG DILAKUKAN MEGA

"Mas, hidupmu kok bisa seproduktif itu gimana caranya?", tanyaku pada senior dikampus sekaligus teman satu komunitas.
"Aku aja ketiban tugas banyak udah kelimpungan, sampe lupa caranya baca buku", tambahku.



That is what something new that i have to do. Kenapa saya membuat ini? Ceritanya panjang dan saya baru menyempatkan diri menuliskan alasan ini. Singkat ceritanya, ketika semester 6 kemarin (alhamdulillah sudah dilalui dengan baik) saya seperti tidak memiliki waktu untuk aktualisasi diri seperti membaca buku dan membaca koran yang sebelumnya menjadi kebiasaan setiap pagi hari. Namun dengan adanya kesibukan akan tugas kampus dan mengurusi bisnis kecil saya yang masih harus di emong dan minta terus diperhatikan, kebiasaan membaca koran dipagi hari lambat laun berkurang bahkan hilang. Begitu pula dengan membaca buku atau novel favorit saya samar-samar berkurang. Pada puncaknya, saya merasa bosan dengan rutinitas pada saat itu dan merasa ada yang ganjil dihati. Bertanyalah saya pada orang yang sudah ahlinya dalam kesibukan, he is Arsyad.

Ketika saya bertanya bagaimana caranya memanage waktu kamu dengan segala kesibukan kamu? Dan aku kembali mengeluh tentang ketidakbisaan saya dalam manage waktu. Eh tapi dia malah nggak menjawab pertanyaan saya, dia malah balik bertanya, bagaimana kamu menikmati hidupmu? Saya yang agak lemot bertanya apa maksudnya. Kamu butuh berapa kali ketemu temen, nongkrong bareng temen dalam seminggu? Sekali, duakali, tigakali? Oh i see....maksudnya adalah hal-hal yang disebut "me time" atau bisa juga berhubungan sama hobi kita, atau apa-apa yang membuat kita tenggelam melakukkannya tapi kita merasa bahagia setelahnya , seperti harus menonton film di bioskop sebulan sekali, harus belanja ke Matahari setiap weekend, harus pergi ke Mall setiap Senin misalnya.

Dari pembicaraan yang masih seupil, he ask to me menyebutkan hal-hal baru yang ingin saya lakukan atau bisa juga hal lama tapi saya ingin menambah kuantitasnya. And this is it 5 hal baru yang ingin saya lakukan.

1. Baca koran tiap pagi
Seperti yang saya ceritakan diawal, kebiasaan baca koran menjadi jarang dan saya ingin membiasakan hal ini lagi. Dengan baca koran kita tau informasi-informasi terbaru. Tapi sekarang nggak harus koran juga sih ya, bisa lewat gadget juga. Hanya saja kalo lewat internet sumber suka nggak jelas, informasi yang diterima jadi nggak mutu.

2. Senam
Sebenernya ini hal yang paling sulit untuk dijadikan list dalam 5 hal baru karena saya tidak suka olahraga. Sempet bimbang mau dimasukin ke dalam list. Tapi kalau nggak dipaksa jadi nggak sehat ya.

3. Baca Buku
Baca buku itu penting! Bersyukur aja ditakdirkan seneng baca buku karena masih banyak juga orang yang nggak suka baca buku. Baca buku itu kayak candu aja. Ketika baca novel entah kenapa bacanya sambil membayangkan ceritanya. Rasa-rasanya memang jadi seperti menonton film. Ini saya aja yang suka mengkhayal atau giman ya haha. Dari baca buku juga, kita bisa tau banyak cerita, pengalaman yang memang tidak bisa diceritakan lewat film, sinetron atau media gambar lain. Disatu sisi mungkin karena ceritanya terlalu panjang, atau terlalu sulit untuk digambarkan. Itu asiknya nulis :)

4. Nulis blog
Sebenarnya saya senang sekali menulis seperti ini. Berbagi cerita dan pengalaman walaupun blog ini belum tentu dibaca juga hehehe yang nulis aja jarang-jarang ngepost. Ada banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan ucapan tapi dengan menulis bisa. Sejak SD sampai SMA aku termasuk orang yang suka nulis diary lho, ya nggak sering-sering banget juga cuma bisa jadi satu buku. Suka ngarang cerita juga dulu, terus sok-sokan mau dikirim ke redaksi majalah.

5. Belajar masak
Noted banget. Sebagai seorang wanita yang cepat atau lambat akan dipinang dan menjadi seorang istri juga ibu, saya sangat sadar keahlian memasak ini penting. Kata orang, biar suami betah haha. Bukannya nggak bisa, bisa lah dikit-dikit tapi masa iya suami tercinta nanti dimasakin itu-itu aja wkwk.

Menariknya dengan 5 aktifitas baru tersebut saya malah merasa "lho kok kegiatan saya malah bertambah banyak? Kan saya cerita biar dapet solusi gimana biar saya bisa manage waktu". He answer my quite question, "Ternyata awal dar kita tidak bisa bagi waktu atau kelabakan karena kita tidak menikmari apa yang kita lakukan"

Jleb!!
Terkadang orang biar sadar memang kudu disentil, nah kali ini saya kena sentil. Saya merasa terlalu banyak mengeluh dalam menjalankan aktivitas saya ketika itu, tidak menikmati. Padahal jika saya menikmati kegiatan tentu saya akan melihat pelajaran, hikmah, tujuan dari kegiatan tersebut. Menyesalah saya.

So, intinya adalah MENIKMATI. Kata orangtua, setiap langkah kita sekarang adalah rajutan-rajutan kedepan. Tentu ada maksud dan takdir dalam setiap langkahnya. Saya kira, banyaknya kegiatan juga bukan jadi penilaian utama kita menjadi bermanfaat tapi dengan merasa MENIKMATI kegiatan mungkin menjadi bermanfaat karena didalam kata NIKMAT ada KEIKHLASAN sehingga menjadi bernilai bermanfaat dan tentu berpahala. Kalo nggak NIKMAT pasti banyak ngeluh, nilai manfaat dan pahalanya jadi berkurang. Begitu kira-kira :")


_________________________________________________________________________________
Nb : Well, tulisan ini harusnya saya tulis dua atau tiga bulan yang lalu tapi saya baru menyempatkan diri untuk menulis. Maafkan saya Pak Coach. Terima kasih sharingnya!

July 10, 2014

Satu Menit untuk Palestine

"Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, "Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana." (QS.Al-Isra' ayat 4-5)

Maha besar Allah atas segala kebenarannya.
Beberapa hari terkahir, media sosial diramaikan oleh pesta demokrasi Indonesia yang bersamaan dengan berita memanaskan jalur Gaza. Sungguh hati ini menjerit menyaksikan foto-foto dan video yang tersebar di media sosial. Terlebih ketika melihat video dari salah satu teman di facebook, disitu tampak umat muslim dikepung tembakan didalam masjidil Aqsa (video klik disini). 
Hati ini miris sedih merinding setelah melihat video itu. Mengingat bulan Mei lalu saya bersama keempat kakak saya pergi beribadah ke Masjidil Aqsa. Ya, masjid yang ada di video itu. 

"Dari Abu Hurairah, r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya: "Tidak sepatutnya (bersusah payah) keluar belayar (untuk menziarahi mana-mana masjid kecuali (untuk pergi) ketiga-tiga masjid (yang berikut): Masjidil Haram (di Mekah), dan masjid Rasulullah s.a.w. (di Madinah) serta Masjid al-Aqsa (di Palestin)" (HR.Bukhari) 

Hadits tersebut yang membuat kami pergi ke tanah Palestine dengan segala resikonya. Bagaiamana tidak, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomasi di Palestine. Jika sesuatu terburuk terjadi, barangkali pemerintah Indonesia tidak dapat berbuat banyak. Naudzubillah mindzalik. 
Melihat video itu, saya tidak bisa membayangkan apabila saat ke Masjidil Aqsa ketika itu terjadi pengempungan. Ya Allah sungguh, mungkin kami tidak sekuat dan seberani umat muslim disana. Mendengar suara tembakan ketika berkungjung ke salah satu makam sahabat nabi saja, kami sudah ketakutan setengah mati. 
Perjalanan spiritual ke Palestine ini sangat berbeda dengan perjalanan umroh ke Mekkah dan Madinnah. Alhamdulillah, di Mekkah dan di Madinnah aman-aman saja. Umat muslim dapat beribadah sholat 5 waktu dengan leluasa. Berbeda dengan di Palestine. Hotel kami lumayan jauh dari wilayah Masjidil Aqsa mungkin karena alasan keamanan ya. Jadi untuk solat ke masjidil Aqsa kami diantar shuttle yang telah disediakan oleh travel. Saat melewati perbatasan Israel, kami benar-benar diwanti-wanti oleh guide agar tidak memotret, agar berdoa diberi kemudahan dan kelancaran, diberi clue pertanyaan petugas imigrasi kalau kami ditanya macam-macam. 
Situasi ketika di perbatasan boleh dibilang sedikit tegang, mungkin karena kami tidak terbiasa dengan keadaan negara yang sedang krisis. Diperbatasan, kami berkali-kali melewati pemeriksaan oleh polisi israel lengkap dengan senjatanya yang siap tembak. Subhanallah, polisi israel masih muda-muda, cantik dan ganteng, kulitnya putih. Meskipun cantik badannya langsing, mereka dihiasi senjata yang selalu digendong. Dimana-mana ada kamera pengintai oleh sebab itu kami tidak boleh memotret dikhawatirkan terjadi salah paham. 
Setelah melewati imigrasi, kami sedikit bernafas lega. Konon ada cerita dari salah satu rombongan, beberapa bulan lalu sanak saudara mereka gagal masuk israel saat proses imigrasi. Alasannya kurang jelas, namun ia sosok pemuda. Barangkali polisi israel mencurigai ia akan berjihad. Wallahualam.

Ya Allah, sungguh kami bersyukur atas kehendakmu kepada kami sehingga kami dapat beribadah ke Masjidil Aqsa dengan selamat. Kami jadi mengerti, betapa harusnya kami bersyukur sebagai umat muslim yang berada didaerah yang mayoritas muslim dengan mudah beribadah tanpa ada gangguan. Mari kita berkaca kepada umat muslim ditempat minoritas seperti Rohingya, Palestine. Tidakkan kita harusnya menghargai agama lain untuk beribadah. 
Engkau tunjukkan kepada kami betapa besar kuasa-Mu di tanah Palestine ini.

Tanpa bermaksud riya, saat sholat subuh di Masjidil Aqsa hati ini terenyuh meneteskan air mata mendengar doa qunut sang imam. Betapa sulitnya umat muslim beribadah disini, untuk memasuki ke masjid saja harus melewati polisi israel yang lengkap dengan senjatanya dimana masjid adalah tempat beribadah umat muslim. Di lain sisi, umat Kristiani dan Yahudi dengan mudahnya beribadah dibagian masjidil Aqsa yang lain. 

Ya Allah, Ya Rabbi. 
Kami tahu Engkau tidak akan memberi kami cobaan diluar batas kemampuan kami. Dan dibalik peristiwa selalu ada hikmah yang dapat diambil. Jadikan peristiwa ini pelajaran bagi kami. Sungguh Engkau mengetahui apa yang tidak kami ketahui. 
Lindungilah mereka Ya Allah. Berikanlah mereka pertolonganmu.

Satu menit saja, mohonkan kepada Allah untuk keselamatan saudara/i kita di Gaza, Palestine.

December 27, 2013

Video Hasil Amatiran



Iseng-iseng buka file yang ada di laptop, nemuin video ini. Video ini diunggah 9 bulan lalu di youtube oleh komunitas Save Street Child Malang. Jadi inget betapa mumetnya bikin video ini untuk acara 1st anniversary Save Street Child Malang. Bermodalkan bismillahirrahmanirrahim, ilmu editing amatiran, tutorial di internet, deadline yang menanti disertai pula tugas kuliah yang menggunung dan juga sedikit pemaksaan dalam pembuatan ini (saya yakin mereka nggak mau dibilang gini -_-) akhirnya video ini selesai kurang lebih 2 minggu. 

Mianhae, kalau pengambilan gambarnya kurang oke, editingnya yang masih jelek, dan saya rasa resolusinya juga rendah jadi gambarnya pecah. Mohon dimaklumi karena saya benar-benar nggak paham cara mengedit yang baik, ini cuma modal tutorial di internet aja. Tapi alhamdulillah, selesai juga meskipun hasilnya kurang banget kayak gini. Dan dapet ilmu baru soal edit mengedit dan soal pengambilan gambar yang baik itu gimana. 

Meskipun saya mumet waktu ngerjain ini, tapi saya seneng kok, hehe. Ada kepuasan tersendiri setelah video ini jadi meskipun lagi-lagi saya harus bilang ini jauh dari bagus. Boleh mengkritik video ini tapi harus ada saran :)

December 22, 2013

Yang Paling Kuingat dari Nasihat Ibu

Siapa yang nggak tau kalau hari ini merupakan hari spesial? Kalau 2 atau 3 tahun lalu masih suka lupa wajar karena dulu hari-hari penting tidak di publish semeriah sekarang. Kemajuan social media atau disingkat sosmed sekarang membuat segalanya mudah diketahui masyarakat termasuk hari-hari penting seperti hari ini. Beberapa tahun lalu, tidak semua tau ada hari penting seperti hari Disabilitas Internasional, namun dengan adanya sosmed kita jadi tahu ada hari Disabilitas Internasional. Tanggal 23 Desember diperingati sebagai hari Ibu di Indonesia dan saya baru tahu ternyata peringatan hari Ibu disetiap negara berbeda-beda (hari ibu) . Saya penasaran dengan sejarah hari ibu kemudian saya googling, silahkan buka link ini sejarah hari ibu .

Well, ritual apa yang kalian lakukan untuk memperingati hari ibu? Kebanyakan penjual bunga dan bakery akan laris ditanggal ini. Saya nih yang aneh nggak pernah ngasih apa-apa ke ibu waktu hari Ibu atau biasanya saya panggil mama, ada yang gini juga nggak? Saya cuma sekali ngasih mama bunga spesial waktu hari Ibu, hehe. Keluarga saya memang nggak romantis, maklum hehe. Tapi...bukan berarti hari Ibu nggak bermakna buat saya. 

Anyway, nasihat apa atau kalimat apa yang paling kalian ingat dari Ibu? 
  
"Jadi juara nggak harus dapet piala atau hadiah. Kamu itu juara buat mama, apa perlu mama kasih piala biar mega percaya?"

December 21, 2013

Pesan Darwis Tere Liye Lewat Novel "Aku, Kau dan Sepucuk Angpau Merah"

Sudah pernah baca novel karangan Tere Liye? Barangkali kalian sudah sering membaca dan saya baru saja tertarik dengan novel Tere Liye gara-gara nge-like fans page nya di facebook. Sejak saya mengikuti fans page-nya, saya selalu tertarik dengan postingan Tere Liye. Boleh jadi saya kena korban iklan beliau karena sebagian postingnya merupakan kutipan dari novel-novelnya. 

Sudah lama sekali sejak lulus SMA saya tidak membaca novel fiksi yang menceritakan haru-birunya cinta, yang sangat digandrungi remaja-remaja. Kali ini entah kenapa, lagi pengen baca novel roman picisan. Ketika di Gramedia saya menjatuhkan pilihan pada judul " Aku, Kau dan Sepucuk Angpau Merah". Awalnya ragu mau ambil judul ini, karena bukunya yang lumayan tebal, tapi membaca testimoni dari pembaca dibagian belakang membuat saya penasaran dengan isi ceritanya. 

Dan saya nggak nyesel beli novel ini, ceritanya dikemas dengan sederhana dan bahasa yang indah bangeet. Tere Liye berhasil membuat detail cerita, membuat saya mampu membayangkan situasi dalam cerita dan serasa ada didalamnya. Seringkali novel bergenre cinta, menggambarkan kisah cinta yang banyak memegang fisik, membual gombal, kehidupan di metropolitan tapi Tere Liye meciptakan cerita cinta yang malu-malu, sederhana, tidak terburu-buru. Tokoh utama dari cerita yaitu Borno dan Mei, dua insan yang berbeda baik dari suku-adat, gaya hidup, lingkungan, dan keluarga tapi keduanya men  berbeda dengan novel lainnya yang biasanya cerita cinta yang agresif. 

Alur yang berbeda dari novel pada umunya didukung oleh latar belakang Kota Kalimantan yang kental akan bahasa daerahnya, penggambaran tempat dan situasi yang detail. Cerita cinta yang santai tanpa banyak gombal. Bumbu-bumbu gurauan antara Abang Borno dengan sahabatnya, suatu icebreaking tersendiri ditengah-tengah bagi pembaca yang sedang penasaran dengan kelanjutan cerita Borno dan Mei. Tak lupa pula, tokoh Pak Tua yang seakan sengaja diciptakan oleh Tere Liye sebagai orangtua yang tau seluk-beluk kehidupan, karakternya yang bijaksana senantiasa memberikan nasihat kepada Borno seakan memberi nasihat pula kepada kita. Diksi yang tepat dirangkai dengan apik membuat isi cerita begitu manis. Membaca novel setebal itu dengan cerita yang santai membuat saya betah membacanya, malah pengen segera selesai karena penasaran dengan endingnya. 

Saya akan berbagi kutipan-kutipan dari novel ini, yang bisa dibilang nasihat, quote, sajak juga boleh hehe. Kurang lebih kutipan ini sudah di posting oleh Tere Liye di fans page nya.


“Aku tidak akan merendahkan kehormatan wanita dengan memegang tangannya.” (hal.117)


“Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat, hebat sekali benda bernama perasaan itu."

Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang.” (hal.132)

November 26, 2013

"hai lelaki yang sangat kuhafal potongan rambutmu
hanya dengan melihat dari punggungmu aku tau itu kamu"

---