November 25, 2010

Suka Duka "Prepare T.I.T"

       Sehari yang lalu. Masih sangat melekat ingatan itu. Kesuksesan drama yang kami buat dengan kerjakeras kita selama kurang lebih seminggu, nggak sampai seminggu mungkin. Drama ini sedikit menjadi beban untukku karena aku dipercaya untuk menjadi Sutradara. Beuh, itu tanggung jawab yang berat bagiku karena anggota kelompokku yang cowok anaknya agak mbeler-mbeler (susah diatur dan lambat). Aku juga nggak deket sama cowoknya. Tapi alhamdulillah, aku pede aja buat memimpin mereka. Aku juga bs bergabung dengan mereka meskipun aku nggak pernah deket, tapi sekrang jadi deket, paling nggak pernah deket lah. Untungnya yang cewek enak-enak anaknya. Tanpa mereka aku juga nggak bisa memimpin anak-anak cowok itu. Aku sering banget diingetin sama ade, itul,dll, "jangan dimarahin lho meg, ntar anak-anak malah nggak nurut". Hihi aku emang suka emosi kalo liat anak lemot, dalam artian disuruh nggak langsung kerja gitu lho. Alhamdulillah, berkat mereka aku hanya sekali marahin mereka, sambil nangis pula. Haaash, kalo inget inget itu sebenernya juga maluu aku nangis didepan cowok kyk gitu. Tapi refleks waktu itu, lha aku capek, ngomong ngk ada yg ndengerin, emosi deh jadinya.
       Persiapan berawal dari pembuatan naskah. Pembuatan naskah kebanyakan ituul yg bikin, dia sampe belain-belain nginep dirumahku sama ade buat ngerjain naskah. Dan kita sempet buntu tentang endingnya. Berkat bantuan Mas Alex (temannya bu Tia) kita dapat menyelesaikan endingnya. Makasih banyak ya Mas Alex :). Tentang ending adalah kendala pertama. Kendala kedua adalah anak-anak nggak bisa serius waktu latihan. Tapi hal itu bisa terkontrol sedikit demi sedikit. Mungkin anak-anak nyadar juga kalau ini juga buat nilai mereka dan nilai kita semua.
      Kendala ketiga, waktu gladi bersih anak-anak kurang total mainnya. Udah bagus sih tapi keliahatan banget kalo kurang total. Malemnya aku kepikiran gimana caranya waktu tampil anak-anak bisa total dan bisa lebih exciting waktu latihan. Keesokan harinya (Hari H buat tampil), anak -anak aku suruh dateng jam 6, and semuanya ON TIME,alhamdulillah. Sebelum kita ganti kostum dan penontonnya dateng kita sempatkan berfoto sebentar dan aku kasih breaving. Sebagai sutradara, aku juga ikut deg-degan. Cz secara logika sutradara yang berperan besar dalam kesuksesan drama. Kalo mimpinnya ngk bener, dramanya bs jelek. Tentunya dibantu dg yg lain, tapi kan yg dilihat sutradaranya. Waktu breaving aku ngasih petuah-petuah dan semangat ke mereka.
    Alhasil, aku terkejut dengan penampilan mereka. GOOD GOOD and GOOD JOB !!
Total banget mainnya. Penonntonnya (alias kelompok 2) terpaku sama drama kita. Dan setelah tampil Bu Eni bilang, sangat baguuuus !! Wenaaaaak ....
Aku rasanya pengen teriaaaak bahagia waktu itu. Legaaa banget. Nggak sia-sia usaha kita bersama selama berhari-hari. Aku sampek nggak konsen belajar, nggak mood belajar gara2 drama. haha alay, tp beneran .
Aku lho malah pengen drama lagi dengan cerita yang sama tp dg penampilan yg lebih baik dan background yg lebih oke .
   Sayangnya, drama ini tidak didokumentasikan secara baik. Tidak direkam dg handycam cz nggak dapet pinjeman. So, ngrekamnya pake camdig, alhasil jelek dan banyak goyang, suara jg jadi nggak jelas. Emaaaan poool wes .
   Ada bnyak keuntungan dari drama ini . Tapi nggak aku sebutkan, hanya untuk pribadi :)


Thanks full for you friend,
Eva,Ade, Fatchul, Nasir, Novan, Yoga, Bila, Ersa, Himam, Toni, Mbok,Yasmin, sela, ahoong,lukman (maaf kmren ketinggalan,haha)

T.I.T

                 T.I.T. Ini adalah sebuah judul drama yang aku dan teman-teman bikin sendiri. Ide berawal dari aku, yaitu tentang sebuah desa yang penduduknya adalah orang-orang buruk semua, seperti maling,koruptor, pembegal,copet,dll. Dengan penambahan dan pengembangan temen-temenku yang satu kelompok, jadilah drama yang bercerita tentang desa Suka Makmur.
                 Di Desa ini hiduplah sekelompok maling, seorang janda, seorang ustad sesat,wanita penjual anak dan Pak Kades yang korupsi. Tokoh-tokoh tersebut berkesinambungan satu sama lain. Pada intinya, sekelompok maling yang terdiri dari 3 cowok;Yanto,Sono,Joko; dan 1 cewek ;gadis; tersebut meminta bantuan pak ustad untuk mencuri di rumah Pak Kades. Ustad itu berperan seperti dukun. Memberikan tanggal yang pas kapan mereka harus mencuri, lewat mana dan jam berapa mereka harus mencuri. Para maling itu sudah langganan mencuri di rumah Pak Kades karena mereka tahu bahwa Pak Kades suka korupsi. Mereka berfikir pencurian mereka itu sah karena mereka mengambil uang mereka sendiri. Ternyata Pak Kades juga mempunyai simpanan yaitu janda kembang tadi. Hal itu diketahui oleh penjual anak tadi. Nah, kedok penjual anak itu dibongkar oleh janda kembang tadi.
                 Tanpa disangka maling yang bernama Yanto ternyata adalah seorang intelegent yang sedang menyelidiki kasus perdagangan anak dan korutor di Desa itu. Endingnya, Pak Kades dan penjual anak ditangkap polisi dalam waktu dan tempat yang berbeda.

good idea bukan ?
Dana yang dikeluarkan untuk drama ini tidaklah banyak. Karena background yang dibutuhkan juga tidak terlalu sulit dan kostum yang dipakai merupakan pakaian sehari-hari sang pemain. Lengkapnya ada 10 pemain dalam drama ini.
1. Fatchul sbg Yanto/preman/maling/intel
2. Nasir sbg Sono/preman/maling
3. Novan sbg Joki/preman/maling
4. Nabila R. sbg Gadis/preman/maling
5. Eva sbg Tante Marsha/penjual anak
6. Luhdya sbg pembeli anak
7. Erza sbg janda
8. Toni sbg anak Pak Kades
9. Himam sbg Pak Kades
10. Yoga sbg ustad
11. Roby sbg Ko Ahoong
durasi waktunya 30menit.