January 20, 2013

my colours


"thanks God,you sent them to fill my life to be meaningful and colorful

they bring to me to grateful. and iam so grateful cause they're in my life ♥♥♥"
"

-for all people that still or had been in my life-


wuoo...siang bolong begini tiba-tiba diterpa rasa bersyukur hebat. Merasa bahwa hidupku betapa sangat berarti dengan mereka. Mereka yang sedang dan pernah mengisi hidup saya. Ketahuilah kehadiran kalian sangat berarti, tanpa kalian mungkin aku tidak bisa tumbuh berkembang dengan baik. Kalian benar-benar mengisi cerita maupun memori hidupku, proses hidupku. Semuanya memang datang dan pergi silih berganti, tapi kedatangan dan kepergian kalian, memberikan pelajaran hidup untuk ku. Seperti kata Jamil Azzani, seorang inspirator muslim dan pengusaha, beliau pernah bercerita tentang seekor semut yang ikut manusia yang sedang bepergian ke luar negeri. Ketika tiba dirumahnya, semut itu dengan bangga menceritakan kepada teman-temannya bahwa dia sudah ke luar negeri. Cerita ini mengajarkan pada kita, bahwa lingkungan kita sangat mempengaruhi hidup kita. Jika kamu dilingkungan yang baik, maka kamu akan baik tapi jika tidak mungkin saja kamu menjadi buruk karenanya. 
Dan alhamdulillah, saya merasa bersyukur di dekatkan dengan lingkungan-lingkungan yang penuh berkah. Dipertemukan dengan orang-orang hebat. Tuhan seperti memberikan jalan, belajarlah dari mereka. Tuhan sangat memahamiku, Dia tahu aku bukan tipe orang yang suka belajar dari buku, tapi saya lebih suka belajar dari kehidupan sehingga aku dipertemukan dengan banyak orang yang selalu memberikan makna sendiri. 
Aku dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang super sekali, Shabrina Awanis dan Yasmin Sanniyah,  sahabat sejak sma yang paling the best. Mereka yang paling mempengaruhi ku dalam cara bergaul. Aku yang dasarnya serius, jadi bisa sedikit banyak guyon karena mereka. Aku yang nggak begitu bisa bergaul dengan lingkungan baru, tanpa mereka sadar cara mereka bergaul dengan orang lain, aku contek di kehidupanku sekarang and it works. thanks girls :D ; Rahmah Febrina, temen sekelas waktu kuliah yang selalu saling kasih semangat untuk mendapatkan hasil yang terbaik; Ulul Yunus, temen sepleton waktu ospek yang mempercayakan cerita-ceritanya.
Dipertemukan juga dengan Komunitas Save Street Child Malang (SSCM), komunitas peduli anak jalanan, baru gabung 2 bulan udah kayak keluarga. 
dan masih banyak lagi yang tidak mampu aku ingat satu-satu
Thanks for everything....
Aku hanya bisa mendoakan kalian, agar kalian selalu dalam lindungan Allah, kebaikan-kebaikan kalian dibalas oleh Allah.
Love you, guys 
♥♥♥

January 19, 2013

"selamat siang bu guru"

Tiga hari ini media elektronik maupun cetak sedang dipadati oleh berita Kota Jakarta yang berubah menjadi kali. Bundaran HI sebagai icon kota Jakarta dengan patung selamat datangnya, bukan lagi menjadi tempat hulu halangnya mobil-mobil mewah atau tempat berkumpulnya para mahasiswa untuk melakukan aksinya melainkan menjadi lautan berwarna coklat.
"Jakarta Lumpuh Dikepung Banjir", headline di salah satu koran ternama. Pikiranku langsung tertuju pada murid ku. Hohoho ini bukan murid seperti yang kalian pikirkan. Murid itu panggilan pakde ku yang ada di Jakarta dan beliau memanggilku dengan Bu Guru. Ceritanya, waktu aku kecil umur 5 tahunan kali ya, aku suka banget main guru-guran sama murid-muridan ya kayak anak kecil pada umumnya lah, mungkin terobsesi sama guru kita waktu di Taman Kanan-Kanak kali ya hehe. Ketika pakde main ke Pasuruan, aku ajakin beliau main guru-guran, aku jadi gurunya beliau jadi muridnya. Bergayalah aku layaknya guru, ngajar, ngasih tugas, sok-sok nanyakin, unyu banget deh pokoknya kalo diinget hahaha. Nah, gara-gara itu sampe aku gede gini pakde selalu inget itu dan jadi suka godain manggil aku Bu Guru.

"halo assalamualaikum, pakde"
"selamat siang, bu guru" , sontak aku ketawa dan aku mendengar tawa beliau.

It's nice memories :')
Sekarang beliau berumur sekitar 65 tahunan. Aku tidak mengetahuinya pasti, karena aku bukan tipe orang pengingat tanggal ulang tahun. Alhamdulillah, rumah pakde banjirnya nggak parah, nggak sampe masuk rumah tapi beliau sedang kurang sehat. Bukan karena banjir, tapi karena mungkin sudah berumur. Ketika libur hari tenang bulan Desember lalu, aku main ke Jakarta. Tampak, kulitnya yang semakin lentur, rambutnya yang semakin memutih, tubuhnya yang mulai tak bisa berdiri tegak, dan pendengaran yang mulai menghilang. Lelaki ini sudah sangat tua, batinku. Seperti masih berapa tahun yang lalu aku main guru-guruan sama beliau, sekarang aku sudah kuliah dan beliau semakin menua. Ketika itu beliau sudah bilang kalau secepatnya akan melakukan operasi mata karena matanya pendarahan. Aku sendiri kurang paham dengan mata pendarahan, yang jelas mata kirinya tampak merah dan kantung matanya sedikit membesar. Waktu aku telfon tadi ternyata belum di operasi, masih di check up dulu sama dokter.
Berkaca-kaca aku nulis ini, mengingat masalah yang beliau tanggung di umur setua ini dan tubuhnya yang semakin renta. Beliau pakde yang paling deket dan paling sayang sama aku :') aku selalu di arep-arep main ke Jakarta.
Semoga beliau selalu dalam lindungan Allah, selalu dalam pertolongan-Nya, diberi kekuatan dan kesehatan. Kalau aku ada waktu, aku pasti main ke Jakarta, Pakde.
foto ini diambil tahun 2009,
 it means four years ago :')


Salam kangen, dari Bu Guru mu :)