July 10, 2014

Satu Menit untuk Palestine

"Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, "Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana." (QS.Al-Isra' ayat 4-5)

Maha besar Allah atas segala kebenarannya.
Beberapa hari terkahir, media sosial diramaikan oleh pesta demokrasi Indonesia yang bersamaan dengan berita memanaskan jalur Gaza. Sungguh hati ini menjerit menyaksikan foto-foto dan video yang tersebar di media sosial. Terlebih ketika melihat video dari salah satu teman di facebook, disitu tampak umat muslim dikepung tembakan didalam masjidil Aqsa (video klik disini). 
Hati ini miris sedih merinding setelah melihat video itu. Mengingat bulan Mei lalu saya bersama keempat kakak saya pergi beribadah ke Masjidil Aqsa. Ya, masjid yang ada di video itu. 

"Dari Abu Hurairah, r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya: "Tidak sepatutnya (bersusah payah) keluar belayar (untuk menziarahi mana-mana masjid kecuali (untuk pergi) ketiga-tiga masjid (yang berikut): Masjidil Haram (di Mekah), dan masjid Rasulullah s.a.w. (di Madinah) serta Masjid al-Aqsa (di Palestin)" (HR.Bukhari) 

Hadits tersebut yang membuat kami pergi ke tanah Palestine dengan segala resikonya. Bagaiamana tidak, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomasi di Palestine. Jika sesuatu terburuk terjadi, barangkali pemerintah Indonesia tidak dapat berbuat banyak. Naudzubillah mindzalik. 
Melihat video itu, saya tidak bisa membayangkan apabila saat ke Masjidil Aqsa ketika itu terjadi pengempungan. Ya Allah sungguh, mungkin kami tidak sekuat dan seberani umat muslim disana. Mendengar suara tembakan ketika berkungjung ke salah satu makam sahabat nabi saja, kami sudah ketakutan setengah mati. 
Perjalanan spiritual ke Palestine ini sangat berbeda dengan perjalanan umroh ke Mekkah dan Madinnah. Alhamdulillah, di Mekkah dan di Madinnah aman-aman saja. Umat muslim dapat beribadah sholat 5 waktu dengan leluasa. Berbeda dengan di Palestine. Hotel kami lumayan jauh dari wilayah Masjidil Aqsa mungkin karena alasan keamanan ya. Jadi untuk solat ke masjidil Aqsa kami diantar shuttle yang telah disediakan oleh travel. Saat melewati perbatasan Israel, kami benar-benar diwanti-wanti oleh guide agar tidak memotret, agar berdoa diberi kemudahan dan kelancaran, diberi clue pertanyaan petugas imigrasi kalau kami ditanya macam-macam. 
Situasi ketika di perbatasan boleh dibilang sedikit tegang, mungkin karena kami tidak terbiasa dengan keadaan negara yang sedang krisis. Diperbatasan, kami berkali-kali melewati pemeriksaan oleh polisi israel lengkap dengan senjatanya yang siap tembak. Subhanallah, polisi israel masih muda-muda, cantik dan ganteng, kulitnya putih. Meskipun cantik badannya langsing, mereka dihiasi senjata yang selalu digendong. Dimana-mana ada kamera pengintai oleh sebab itu kami tidak boleh memotret dikhawatirkan terjadi salah paham. 
Setelah melewati imigrasi, kami sedikit bernafas lega. Konon ada cerita dari salah satu rombongan, beberapa bulan lalu sanak saudara mereka gagal masuk israel saat proses imigrasi. Alasannya kurang jelas, namun ia sosok pemuda. Barangkali polisi israel mencurigai ia akan berjihad. Wallahualam.

Ya Allah, sungguh kami bersyukur atas kehendakmu kepada kami sehingga kami dapat beribadah ke Masjidil Aqsa dengan selamat. Kami jadi mengerti, betapa harusnya kami bersyukur sebagai umat muslim yang berada didaerah yang mayoritas muslim dengan mudah beribadah tanpa ada gangguan. Mari kita berkaca kepada umat muslim ditempat minoritas seperti Rohingya, Palestine. Tidakkan kita harusnya menghargai agama lain untuk beribadah. 
Engkau tunjukkan kepada kami betapa besar kuasa-Mu di tanah Palestine ini.

Tanpa bermaksud riya, saat sholat subuh di Masjidil Aqsa hati ini terenyuh meneteskan air mata mendengar doa qunut sang imam. Betapa sulitnya umat muslim beribadah disini, untuk memasuki ke masjid saja harus melewati polisi israel yang lengkap dengan senjatanya dimana masjid adalah tempat beribadah umat muslim. Di lain sisi, umat Kristiani dan Yahudi dengan mudahnya beribadah dibagian masjidil Aqsa yang lain. 

Ya Allah, Ya Rabbi. 
Kami tahu Engkau tidak akan memberi kami cobaan diluar batas kemampuan kami. Dan dibalik peristiwa selalu ada hikmah yang dapat diambil. Jadikan peristiwa ini pelajaran bagi kami. Sungguh Engkau mengetahui apa yang tidak kami ketahui. 
Lindungilah mereka Ya Allah. Berikanlah mereka pertolonganmu.

Satu menit saja, mohonkan kepada Allah untuk keselamatan saudara/i kita di Gaza, Palestine.

No comments:

Post a Comment