November 26, 2013

"hai lelaki yang sangat kuhafal potongan rambutmu
hanya dengan melihat dari punggungmu aku tau itu kamu"

---

November 17, 2013

Kamu Pernah Takut dengan Mimpi yang Kamu buat? Saya sering.


apa yang ada dibenakmu setelah baca tulisan diatas?
kamu pernah takut dengan mimpi yang kamu buat? saya sering.
kamu pernah takut gagal mencapai mimpimu? saya sering.
kamu pernah takut membuat impian karena merasa terlalu besar? saya sering.
kamu pernah sebel sama oranglain karena dia meremehkan mimpi kamu? saya sering.
kamu pernah tambah semangat inget mukanya orang yang meremahkan kamu? saya sering.
kamu pernah berfikir impian itu harus kita bangun sendiri? saya sering.
kamu pernah berfikir yang paling penting sih, bangun dari tidur aja dulu? hehehehe. 


Seringkali saya bertanya-tanya sendiri dan dijawab-jawab sendiri.
Kamu beneran mau mimpi kayak gini? Sanggup dengan segala resikonya? Kuat berjuang mati-matian untuk mencapai mimpi itu? Apa mimpi kamu nggak terlalu muluk? Mimpi kamu susah lho, seriusan? Kamu yakin mampu? Jangan muluk-muluk deh mimpinya, ntar nggak kesampean jadi sedih. 

Penting dan lebih penting adalah buang semua pikiran itu, jangan pernah takut dengan bermimpi besar. Tak pernah ada yang salah dengan mimpi kita. 
Ayo semangat, kawan-kawanku!
Mari kita segera menjemput mimpi-mimpi kita.
Kabarkan pada dunia, saya anak muda yang mampu bersaing dengan dunia yang kejam.
Kabarkan pada orang-orang yang meremehkan mimpi kamu, kalau orang itu tidak lebih baik dengan mimpi kita. 
Caiyo!



November 04, 2013

"Kadang kita butuh menulis, hanya untuk mengenang.
Kita pernah ada dalam masa itu, entah sedang atau sudah melewati"
-28 Oktober 2013- 

Satu Waktu dalam Jarak

Perempuan ini jatuh (lagi) pada lelaki cakap.
(Masih) dengan bersembunyi, malu-malu dan tak mau diketahui. 
Tergambar, bagaimana lelaki itu cukup membuat perempuan seketika jatuh.
Cukup dengan wawasan yang luas, pribadi yang agamis, 
Sejak itu, perempuan diam-diam berharap waktu akan berbaik hati padanya.

Satu Waktu dalam Jarak
Satu waktu, perempuan ini selalu menanti-nanti persimpangan. 
Satu waktu pada hari Senin, perempuan ini selalu bersemangat dan berbahagia menyambutnya. Apalagi ketika adzan dhuhur berkumandang, perkuliahan selesai dan perempuan ini pergi ke mushola. Mata perempuan ini, mencuri-curi pandangan ke shof laki-laki, mencari sosok lelaki jangkung itu. 
Dari deretan punggung, perempuan tau mana lelaki itu. Tersenyumlah perempuan. 
Bahagianya seperti menemukan benda kesayangan yang sulit ditemukan. 
Pada persimpangan, ketika lelaki itu melihat perempuan ini kemudian mengembangkan sedikit senyuman untuknya. Satu waktu, jantung perempuan ini berdegup kencang, serasa ingin berteriak mengabarkan pada langit, bulan, bintang dan seisinya bahwa perempuan ini sedang berbahagia.
Perempuan ini tersenyum sendiri mengingat pertemuan dengan lelaki itu. 
Diam-diam perempuan ini suka memperhatikannya dalam jarak.