Kupandangi foto wanita yang sangat kucintai, wanita yang selalu didamba-dambakan semua anak, wanita yang memiliki surga di telapak kakinya. Ibu begitu kita menyebutnya. Ibu yang melahirkanku, menjaga, mendidik dan memeliharaku hingga aku tumbuh dewasa , bersama seorang lelaki yang begitu setia menemaninya berabad-abad baik dalam keadaan senang-sedih,susah maupun bahagia. Lekat aku memandangi foto itu lalu tenggelam dalam bayangan Ibu.
Rambutnya lurus seleher yang mulai beruban dengan rambut model bob selalu tertutupi dengan kerudung yang ia kenakan kemana saja ketika ia keluar rumah. Garis-garis penuaan mulai muncul dibagian matanya, pipinya yang tembem sudah tak kencang lagi. Pipi kirinya sesekali tertarik keatas diikuti matanya yang berkedip-kedip akibat penyakit saraf yang timbul sejak belasan tahun lalu. Dua tahi lalat yang menghiasi hidung mancungnya menjadi ciri khasnya. Ada banyak urat biru pada punggung tangannya menunjukkan banyaknya pengalaman hidup yang ia miliki. Ia setinggi aku, sekitar 158 cm. Tubuhnya yang gemuk namun juga tak kurus sering kali membuatku ingin memeluknya. Hangat tubuh yang ia miliki sering pula membuatku ingin berlama-lama ada dalam pelukannya. Wajahnya bersih dan bersinar memancarkan aura keteduhan. Daster bermotif bunga-bunga dengan warna gelap sampai terang adalah pakaian favoritnya ketika bersantai dirumah. Senyumnya tak pernah berlebihan, selalu manis dengan sesekali menujukkan giginya yang tidak rata.
Kerasnya kehidupan pada masa remajanya, membuatnya hidup mandiri. Tatapan matanya tajam, memacarkan kecerdasannya. Matanya mengalami hipermetropi sehingga mengharuskan ia menggunakan kacamata ketika membaca. Kaca mata baca yang ia gunakan berbentuk persegi panjang dengan frame hitam menggelilingi kacanya, dan ia gunakan sedikit turun kebawah dari hidungnya. Ketika berjalan tubuhnya tegap dengan langkah kaki yang cepat dan tepat menunjukkan ia wanita yang tegas dan berwibawa. Ia seorang pemimpin di kantor yang ia dirikan sendiri. Ketika bekerja, ia suka menggunakan jas dengan kerudung simple yang langsung bisa digunakan, bukan kerudung yang bermodel-model seperti sekarang. Hanya bedak tipis dan lipstick merah yang menghiasi wajahnya, menampkakkan kesederhanaan dan kedewasaanya. Kepemimpinannya yang tegas,cerdas dan berani mengambil keputusan dengan cepat dan tepat membuat banyak orang patuh kepadanya.
No comments:
Post a Comment