Dalam ruang duduklah aku
Kulihat sekeliling, ada anak dalam gendongan ibu
hangat, tenang, terjaga tampaknya
Ia tatap raut ibunya dalam-dalam
Seperti mencari celah yang tak kunjung didapati
Ia sentuh pipinya, halus lembut berkasih
Ditaihnya tangan si anak, sayang katanya
Si bayi menampakkan dua giginya
Aku tersenyum
Bola mataku terarah ke sudut lain
Kupandangi sekelompok anak sebaya
Berdendang asyik dengan musiknya
Sambil meminta imbalan, tampak senang seadanya
Bahagia dalam riuh yang tercipta
Aku tersenyum
Kupandang mataku pada sosok berbaju tua
Dengan tangan mengadah, badan membungkuk, baju derita
Mananti tangan-tangan pmeberian Tuhan
Rejeki datang,pak tua mendoakan
Secangkir teh datang, membuyarkan lamunan
Tuhan,betapa banyak cara Engkau memberi nikmat pada umat-Nya
♥ ♥ ♥ ♥
puisi ini saya tulis ketika mendapat tugas bahasa Indonesia, sempet shock sendiri kok bisa bikin segini panjangnya hehehe
No comments:
Post a Comment