January 19, 2013

"selamat siang bu guru"

Tiga hari ini media elektronik maupun cetak sedang dipadati oleh berita Kota Jakarta yang berubah menjadi kali. Bundaran HI sebagai icon kota Jakarta dengan patung selamat datangnya, bukan lagi menjadi tempat hulu halangnya mobil-mobil mewah atau tempat berkumpulnya para mahasiswa untuk melakukan aksinya melainkan menjadi lautan berwarna coklat.
"Jakarta Lumpuh Dikepung Banjir", headline di salah satu koran ternama. Pikiranku langsung tertuju pada murid ku. Hohoho ini bukan murid seperti yang kalian pikirkan. Murid itu panggilan pakde ku yang ada di Jakarta dan beliau memanggilku dengan Bu Guru. Ceritanya, waktu aku kecil umur 5 tahunan kali ya, aku suka banget main guru-guran sama murid-muridan ya kayak anak kecil pada umumnya lah, mungkin terobsesi sama guru kita waktu di Taman Kanan-Kanak kali ya hehe. Ketika pakde main ke Pasuruan, aku ajakin beliau main guru-guran, aku jadi gurunya beliau jadi muridnya. Bergayalah aku layaknya guru, ngajar, ngasih tugas, sok-sok nanyakin, unyu banget deh pokoknya kalo diinget hahaha. Nah, gara-gara itu sampe aku gede gini pakde selalu inget itu dan jadi suka godain manggil aku Bu Guru.

"halo assalamualaikum, pakde"
"selamat siang, bu guru" , sontak aku ketawa dan aku mendengar tawa beliau.

It's nice memories :')
Sekarang beliau berumur sekitar 65 tahunan. Aku tidak mengetahuinya pasti, karena aku bukan tipe orang pengingat tanggal ulang tahun. Alhamdulillah, rumah pakde banjirnya nggak parah, nggak sampe masuk rumah tapi beliau sedang kurang sehat. Bukan karena banjir, tapi karena mungkin sudah berumur. Ketika libur hari tenang bulan Desember lalu, aku main ke Jakarta. Tampak, kulitnya yang semakin lentur, rambutnya yang semakin memutih, tubuhnya yang mulai tak bisa berdiri tegak, dan pendengaran yang mulai menghilang. Lelaki ini sudah sangat tua, batinku. Seperti masih berapa tahun yang lalu aku main guru-guruan sama beliau, sekarang aku sudah kuliah dan beliau semakin menua. Ketika itu beliau sudah bilang kalau secepatnya akan melakukan operasi mata karena matanya pendarahan. Aku sendiri kurang paham dengan mata pendarahan, yang jelas mata kirinya tampak merah dan kantung matanya sedikit membesar. Waktu aku telfon tadi ternyata belum di operasi, masih di check up dulu sama dokter.
Berkaca-kaca aku nulis ini, mengingat masalah yang beliau tanggung di umur setua ini dan tubuhnya yang semakin renta. Beliau pakde yang paling deket dan paling sayang sama aku :') aku selalu di arep-arep main ke Jakarta.
Semoga beliau selalu dalam lindungan Allah, selalu dalam pertolongan-Nya, diberi kekuatan dan kesehatan. Kalau aku ada waktu, aku pasti main ke Jakarta, Pakde.
foto ini diambil tahun 2009,
 it means four years ago :')


Salam kangen, dari Bu Guru mu :)

No comments:

Post a Comment