Sabtu, 4 September 2010.
Kala itu sekolah tampak begitu ramai dan membahagiakan karena hari itu hari terakhir sekolah dan kami akan segera menyambut harumnya rumah orangtua. Tapi ada yang menarik dari hari itu.
Sejak malam suasana hatiku tak tenang memikirkan 'awanku' yang tiba-tiba menghilang. Apalagi ketika 'domba' mengabariku tentang hal itu. Alhasil, aku menangis di telepon. Keesokan harinya, kami bersikap like nothing happen dg berencana berangkat bareng kesekolah, namun 'awanku' ketiduran dan baru bangun jam 06.30.Untungnya aku udah berangkat duluan karena blum ngerjain peer,padahal hari itu sudah berbau tidak ada pelajaran, tp aku mengharuskan diri buat berangkat karena memang there is something yang harus diselesaikan.
Aktifitas pagi disekolah masih berjalan seperti biasa, masuk jam 7 trus ngaji dilanjutkan solat dhuha dimasjid. Ketika berjalan menuju masjid, hatiku terus membicarakan dia, aku sudah mengira bahwa 'awanku' tidak masuk sekolah . Aku nggak ikut solat (sst..jgn blg siapa2), aku nonton film sama anak2 pake laptopku. Tiba-tiba 'awanku' muncul.
"ruuuuuun ..."
aku jadi kagok waktu ketemu dia .
"heii .. tak kirain nggak masuk "
seperti biasa dia langsung nerocos dg sesuka hatinya (mav waan, tp begitu kenyataannya:D)
Kita cerita-ceritaan , namun kita sama-sama menghindari pembicaraan tentang masalah kita. Tapi kita jadi kagok , mungkin karena sebernya ada maslah diantara kita . Aku kepikiran 'awanku' terus, padahal dia ada dideketku. Aku keinget cerita 'domba'. Suddenly,my tears falled, but i get to hide it. Tapi air mata itu tidak bisa ditahan ketika akhir acara dimasjid, kan acaranya maaf-maafan ya, sontak aku peluk dia sambil nangis .huhu
Masuk intinya neeeh, hehe. Kita masuk kelas masing-masing buat ambil tas. Habis ambil tas aku bermaksud jemput dia ke kelasnya, eh ternyata dia ngga ada. Terus aku ke kelas 'domba' barang kali dia disana, ternyata ngg ada juga. Ya wes akhirnya aku sama 'domba' keluar bareng sekalian.
Singkatnya , akhirnya kita berempat (aku,'domba', oji sama 'awan') ngobrol masalah itu di kelas XI A2.
Ternyata , disitu arin udah dikasih tahu sama oji maslah itu, dia malah udah nangis. Aku sama 'domba' duduk disebelah awan. Then, akhirnya aku ngomong about all of the problems. Aku ngomongnya pelan-pelan dengan suara yang halus. 'Awan' menanggapinya dengan keadaan tersedu-sedu. Nah, nggak enaknya waktu momen ini nih , si 'domba' diem aja ngga berkutik padahal semalem dia ikut ngomel-ngomel juga, aku jadi merasa kayak jaksa, 'awan' tersangkanya,hehe.
Diomongin laaaaamaaaa, terus akhirnya aku, 'domba', 'awan', nangis bareng sambil pelukan.
so sweeet kaaan ..
dari cerita diatas , sebernya aku cuma mau bilang .
Dari dulu aku nggak negrti tentang arti pertemanan yang sebenarnya, dari peristiwa ini aku mengerti arti pertemanan yang sebenarnya .
"teman itu nggak cuman ada ketika dia senang maupun sedih , tapi teman juga selalu marahin kita ketika kita salah"
dari dulu aku ngga pernah ngomong ke temen soal masalah kita, aku selalu sembunyiin itu biar ngga ada pertengkaran tapi hasilnya aku yang selalu sakit .
Hari itu , aku ngerasaain indahnya pertemanan, enakknya share kalo ada masalah. Semua masalah jadi clear tp dengan suasana yang enak .
Thanks my beloved friends,
'awanku' dan 'dombaku'
love you ... :*
No comments:
Post a Comment