Sudah pernah baca novel karangan Tere Liye? Barangkali kalian sudah sering membaca dan saya baru saja tertarik dengan novel Tere Liye gara-gara nge-like fans page nya di facebook. Sejak saya mengikuti fans page-nya, saya selalu tertarik dengan postingan Tere Liye. Boleh jadi saya kena korban iklan beliau karena sebagian postingnya merupakan kutipan dari novel-novelnya.
Sudah lama sekali sejak lulus SMA saya tidak membaca novel fiksi yang menceritakan haru-birunya cinta, yang sangat digandrungi remaja-remaja. Kali ini entah kenapa, lagi pengen baca novel roman picisan. Ketika di Gramedia saya menjatuhkan pilihan pada judul " Aku, Kau dan Sepucuk Angpau Merah". Awalnya ragu mau ambil judul ini, karena bukunya yang lumayan tebal, tapi membaca testimoni dari pembaca dibagian belakang membuat saya penasaran dengan isi ceritanya.
Dan saya nggak nyesel beli novel ini, ceritanya dikemas dengan sederhana dan bahasa yang indah bangeet. Tere Liye berhasil membuat detail cerita, membuat saya mampu membayangkan situasi dalam cerita dan serasa ada didalamnya. Seringkali novel bergenre cinta, menggambarkan kisah cinta yang banyak memegang fisik, membual gombal, kehidupan di metropolitan tapi Tere Liye meciptakan cerita cinta yang malu-malu, sederhana, tidak terburu-buru. Tokoh utama dari cerita yaitu Borno dan Mei, dua insan yang berbeda baik dari suku-adat, gaya hidup, lingkungan, dan keluarga tapi keduanya men berbeda dengan novel lainnya yang biasanya cerita cinta yang agresif.
Alur yang berbeda dari novel pada umunya didukung oleh latar belakang Kota Kalimantan yang kental akan bahasa daerahnya, penggambaran tempat dan situasi yang detail. Cerita cinta yang santai tanpa banyak gombal. Bumbu-bumbu gurauan antara Abang Borno dengan sahabatnya, suatu icebreaking tersendiri ditengah-tengah bagi pembaca yang sedang penasaran dengan kelanjutan cerita Borno dan Mei. Tak lupa pula, tokoh Pak Tua yang seakan sengaja diciptakan oleh Tere Liye sebagai orangtua yang tau seluk-beluk kehidupan, karakternya yang bijaksana senantiasa memberikan nasihat kepada Borno seakan memberi nasihat pula kepada kita. Diksi yang tepat dirangkai dengan apik membuat isi cerita begitu manis. Membaca novel setebal itu dengan cerita yang santai membuat saya betah membacanya, malah pengen segera selesai karena penasaran dengan endingnya.
Saya akan berbagi kutipan-kutipan dari novel ini, yang bisa dibilang nasihat, quote, sajak juga boleh hehe. Kurang lebih kutipan ini sudah di posting oleh Tere Liye di fans page nya.
“Aku tidak akan
merendahkan kehormatan wanita dengan memegang tangannya.” (hal.117)
“Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat, hebat sekali benda bernama perasaan itu."
Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang.” (hal.132)
Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang.” (hal.132)
"Sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri, dibesar-besarkan sendiri. Nyatanya seperti itu? Boleh jadi tidak." (hal.133)
"Dunia ini terus berputar. Perasaan bertunas, tumbuh mengakar, bahkan berkembangbiak di tempat yang paling mustahil dan tidak masuk akal sekalipun. Perasaan-perasaan kadang dipaksa tumbuh di waktu dan orang yang salah" (hal.146)
"Ibu, usiaku dua pulah dua, selama ini tidak ada yang mengajariku tentang perasaan-perasaan, tentang salah paham, tentang kecemasan, tentang bercakap dengan seseorang yang diam-diam kau kagumi" (hal.149)
"Camkan, bahwa cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta, Andi. Tetapi kau tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi" (hal.168)
"Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir cemas, setta berbagai perangai norak lainnya" (hal.194)
"Cinta bukan kalimat gombal, cinta adalah komitmen tidak terbatas, untuk salaing mendukung,, untuk selalu ada, baik senang maupun duka" (hal.221)
"Banyak sekali orang
yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai
lupa keluarga sendiri, lupa teman dekat, lupa sahabat karib. Padahal siapalah
orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? Kebanyakan orang asing, orang
baru." (hal.257)
“Urusan perasaan itu
ajaib sekali, bahkan bisa membuat merasa sepi di tengah keramaian, ramai di tengah
kesepian.”(hal.249)
"Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu" (hal.428)
"Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataan tidak seperti itu, menyakitkan" (hal.429)
"Borno, cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka maka gulai kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Cobak saja kaucueki, kaulupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan" (hal.430)
"Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang." (hal 430)
"Camkan ini, anakku. Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusan diri sendiri. Orangtua ini tahu persis. Boleh jadi ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi. Tapi kau masih memliki separuh hati yang tersisa, bukan? Maka jangan ikut merusaknya pula. Itulah yang kau punya sekarang. Satu-satunya yang paling berharga." (hal 479)
“Kau tahu apa yang bisa
dengan segera membuat tampang kusutmu mencair seperi mentega lumer di
penggorengan, sebal di hati pergi seperti kotoran disapu air? Sederhana. Kau
bulak-balik sedikit saja hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi
sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi
penerimaan. Seketika, wajah kau tak kusut lagi.”
“Apalah namanya ini?
Disebut apakah perasaan ini? Kenapa hatiku macam sayuran lupa dikasih garam,
hambar, tidak enak, tidak nyaman? Atau seperti ada tumpukan batu besar di
dalamnya, bertumpuk-tumpuk, membuat sempit. Atau seperti ikan diambil
tulangnya, kehilangan semangat.”
“Kalau memang terlihat
rumit, ragu2, kesana-kemari, tidak jelas, plintat-plintut, bikin sebal, sakit
hati, lupakanlah. Segera lupakan. Urusan perasaan yg sejati selalu sederhana."
Gimana setelah baca kutipan diatas? Tertarik untuk baca? Segera merapat ke toko buku terdekat (bukan promosi berbayar). Semoga kutipan ini bermanfaat.
Anyway, i loved your writing, mas Darwis ;)
like banget mbak mega.........!! tere liye itu emang beda dari yang ada.
ReplyDeletenovel tere liye emang keren..
ReplyDeletetp yg ini belom sempat baca,udah ga ada lagi di gramedia
Nah ini tulisannya bagus. Gudjob!!! dipertahankan lagi
ReplyDeleteaku baru baca komenmu pak haha
DeleteLovable banget deh novel novelnya Darwis Tere Liye, alur ceritanya ringan, selalu ada sejarah, pengetahuan, bukan novel kosong yang hanya membahas tentang cinta. Bukan sekedar bikin emosi naik turun. Bisa dinikmatin banget pokoknya
ReplyDeletegood ,,,,,,,,,, darwis tere liye , salah satu penulis favorite
ReplyDeleteangpao merah adalah harapan saya disaat lebaran cina hehe
ReplyDeletejangan lupa mampir ke website kita yaa, disana banyak kejutan dan ilmu untuk kita semua
Zapplerepair Apple dan Smarphone specialist
telp: 087788855868
website: http://indonesia.zapplerepair.com/
TIPS DAN TRICK UNTUK PENGGUNA SMARTPHONE