Perempuan ini jatuh (lagi) pada lelaki cakap.
(Masih) dengan bersembunyi, malu-malu dan tak mau diketahui.
Tergambar, bagaimana lelaki itu cukup membuat perempuan seketika jatuh.
Cukup dengan wawasan yang luas, pribadi yang agamis,
Sejak itu, perempuan diam-diam berharap waktu akan berbaik hati padanya.
Satu Waktu dalam Jarak
Satu waktu, perempuan ini selalu menanti-nanti persimpangan.
Satu waktu pada hari Senin, perempuan ini selalu bersemangat dan berbahagia menyambutnya. Apalagi ketika adzan dhuhur berkumandang, perkuliahan selesai dan perempuan ini pergi ke mushola. Mata perempuan ini, mencuri-curi pandangan ke shof laki-laki, mencari sosok lelaki jangkung itu.
Dari deretan punggung, perempuan tau mana lelaki itu. Tersenyumlah perempuan.
Bahagianya seperti menemukan benda kesayangan yang sulit ditemukan.
Pada persimpangan, ketika lelaki itu melihat perempuan ini kemudian mengembangkan sedikit senyuman untuknya. Satu waktu, jantung perempuan ini berdegup kencang, serasa ingin berteriak mengabarkan pada langit, bulan, bintang dan seisinya bahwa perempuan ini sedang berbahagia.
Perempuan ini tersenyum sendiri mengingat pertemuan dengan lelaki itu.
Diam-diam perempuan ini suka memperhatikannya dalam jarak.
Satu waktu, dalam jarak waktu menyembunyikan lelaki itu cukup lama.
Dalam hati perempuan selalu ada harapan satu waktu, waktu masih berbaik hati padanya.
Satu dua tiga waktu,
waktu tak pernah berbaik hati dalam jarak perempuan
"Aku menyukaimu sebatas mata ini takut memandang, sekuat aku menyembunyikan ketertarikan. Jikalau mata ini hanya sanggup melihat dalam jarak, aku mau. Sesekali saja berbaik hatilah padaku, wahai waktu. Sekedar melihatnya dengan jarak, cukup membuat senyum ini ada. Tak perlulah, kau sembunyikan ia lagi. Jika memang perlu, sembunyikan saja sampai ia benar akan menghilang dalam hitungan waktuku....
karena sesungguhnya aku masih takut pada satu waktu nanti"
Hei, senang bertemu kembali tadi.
Senang melihatmu (lagi) setelah waktu menyembunyikan kamu dalam jarakku
Senang melihatmu, satu waktu dalam jarak.
Selamat Ulang Tahun, kamu.

No comments:
Post a Comment