October 27, 2013

Permintaa Maaf yang Kesekian Kalinya

Lagi lagi saya pergi ke suatu tempat sendirian. Kali ini saya pergi ke tempat makan fastfood didaerah Jalan Kawi, Malang. Saya tau banyak mata melihat aneh ke arah saya, mungkin mereka berfikir ini cewek duduk sama makan sendirian dengan asiknya atau malah kasian banget cewek ini nggak punya temen sampe makan sendirian. 
Beberapa bulan terakhir, saya baru sadar ternyata saya hampir kemana-mana sendirian. Bukan karena nggak ada temen, hanya sedang lebih nyaman untuk sendirian. Pada detik ini, saya jadi teringat sesuatu hal yang menjadi niatan saya beberapa bulan lalu untuk memperbaiki diri. Ketika saya membaca buku karangan Asma Nadia berjudul "Salon Kepribadian: Jangan Jadi Muslimah Nyebelin", banyak hal yang membuat saya tersadar ternyata saya termasuk dalam muslimah yang nyebelin.


 "Berkatalah yang baik atau lebih baik diam"
Kalimat ini membuat saya tersadar kembali.

Saya sadar, saya tidak cukup baik dalam bergaul karena saya bukan tipe orang yang pandai membuat joke dalam perkumpulan, saya lebih kepada orang yang serius, karakter bicara saya yang keras dan ceplas ceplos terkadang membuat hati oranglain sakit. Sedih sebenernya, ternyata omongan saya banyak membuat hati-hati terlukai. Sungguh, saya tak berniat sedikit pun untuk menyakiti. Lebih parahnya lagi, ketika saya berniat bergurau, eh selalu menjadi salah. Seperti yang baru saya alami, ketika antri wudhu bersama teman-teman saya kebablasan guyon, ada temen tanya apa gitu terus aku sok-sok an nggak kenal. Eh, besoknya dia bilang kalau marah gara-gara aku gituin. Emang udah nasib kali ya, hampir selalu kalau aku yang bergurau selalu jadi masalah, hehe. 

Saya seperti diingatkan oleh buku Asma Nadia, "Berkatalah yang baik atau lebih baik diam" . 
Seketika itu, saya bertekad untuk sebisa mungkin mengontrol omongan. Saya sudah mengenal karakter bicara saya, jadi saya yang harus bisa mengontrol. Pada detik ini, saya sedikit meringis, tiba-tiba terlintas pemikiran "Mending sendirian gini, nggak nyakitin hati orang, nggak bakalan salah ngomong. Mau ngomong sama siapa kalo sendirian,hehe" . Agak egois ya, tapi sementara saya rasa mungkin ini cara yang terbaik juga. Tapi coba deh sekali-kali kalian keluar dari kebiasanya, coba kerjakan segalanya dengan sendirian. Yang biasanya ngapa-ngapain sama temen, tergantung temen, coba lebih mandiri. Pekerjaan kamu akan lebih cepat selesai, daripada harus nunggu-nunggu ada temen. 

Tapi, betewe saya seneng ada sama yang berani bilang kalau sakit hati sama saya atau ngingetin kalau saya salah. Itu lebih baik dari pada harus ngomongin dibelakang. Saya juga jadi tau ternyata, saya nyebelin juga hehe. Peace! ^^v
Sungguh dari hati yang terdalam, saya minta maaf kalau ada diantara kalian yang pernah sakit hati dengan perkataan saya. Maafkan kekhilafan saya. 

"Do you think go to everywhere without anyone means dont have friends? Poor you. You just dont know it. Someday you will know, sometimes going alone is better than all because u're not going hurt anyone with what you've done"


No comments:

Post a Comment